
Surabaya-, Harapan agar gerakan sosial Bani Insan Peduli (BIP) tetap berlanjut terus disampaikan oleh sejumlah masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur. Meski sebelumnya beredar informasi bahwa BIP telah dinyatakan bubar, banyak warga meyakini semangat kepedulian yang selama ini dibangun tidak akan berhenti begitu saja.
Salah seorang warga Pasuruan, Alfian Baharudin, mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar mengenai berakhirnya aktivitas BIP. Namun, menurutnya, manfaat yang telah dirasakan masyarakat menjadi alasan kuat untuk percaya bahwa gerakan tersebut akan kembali hadir.
“Entah apa yang menyebabkan BIP bubar, tapi kami meyakini BIP akan muncul kembali, karena BIP telah sangat bermanfaat luas bagi masyarakat Jawa Timur. Awalnya kami sangat terkejut, namun saat ini kami meyakini spirit kebaikan BIP tidak akan pernah padam,” ujar Alfian kepada media.
Menurut Alfian, setiap gerakan yang membawa manfaat bagi masyarakat tidak terlepas dari berbagai ujian. Ia menilai tantangan yang dihadapi merupakan bagian dari proses dalam menjalankan kegiatan sosial.
“Mungkin itulah ujiannya, karena untuk berbuat kebaikan saja Allah SWT memberi ujian. Tapi jangan patah semangat, teruslah menebar kebaikan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Abd Kadir, warga Surabaya, berharap gerakan sosial yang selama ini dikenal aktif membantu masyarakat tersebut dapat kembali berjalan. Menurutnya, keberadaan BIP memberikan dampak positif karena bergerak di bidang sosial tanpa kepentingan politik maupun birokrasi.
“Owner-nya murni pengusaha, bukan politisi atau birokrasi. Kami masyarakat Jawa Timur sangat mendukung agar gerakan ini tetap berlanjut,” katanya.
Abd Kadir menilai, di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, keberadaan komunitas atau gerakan sosial yang berorientasi pada kemanusiaan sangat dibutuhkan. Ia berharap semangat kepedulian yang telah dibangun selama ini tidak berhenti hanya karena adanya dinamika internal.
Dukungan serupa juga ramai disampaikan warganet melalui berbagai platform media sosial. Sejumlah komentar yang beredar menyebutkan bahwa BIP selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu masyarakat kurang mampu hingga aksi-aksi kemanusiaan lainnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum memperoleh konfirmasi dari Ali Zainal Abidin, yang disebut sebagai owner Bani Insan Peduli, terkait informasi mengenai kelanjutan gerakan tersebut maupun alasan di balik pembubarannya.
Di sisi lain, beredar siaran langsung melalui media sosial TikTok yang memperlihatkan kediaman Ali Zainal Abidin didatangi seorang tamu istimewa. Dalam siaran tersebut tampak Habib Syaikhon bin Mustofa Al Bahar, yang akrab disapa Wan Syechan, melakukan kunjungan ke kediamannya. Namun, belum diketahui secara pasti tujuan maupun agenda dari pertemuan tersebut.
Media juga belum dapat memverifikasi apakah kunjungan tersebut berkaitan dengan keberlangsungan Bani Insan Peduli atau merupakan silaturahmi biasa.
Terlepas dari berbagai informasi yang berkembang, harapan masyarakat tetap mengerucut pada satu hal, yakni agar semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan yang selama ini identik dengan BIP dapat terus hidup.
Bagi sebagian warga, sebuah organisasi atau komunitas mungkin dapat berubah atau bahkan berakhir. Namun nilai-nilai kepedulian sosial yang telah ditanamkan diyakini akan terus tumbuh di tengah masyarakat. Mereka berharap semangat berbagi dan membantu sesama tetap menjadi inspirasi, baik melalui BIP maupun melalui gerakan sosial lain yang memiliki tujuan serupa.(kholili)

